Komitmen Terhadap Kitab dan Sunnah

Komitmen manusia terhadap kitab dan sunnah, mengikuti sesuai apa yang ada dalam kitab dan sunnah, akan melanggengkan kaum muslimin dalam menjaga agama dan akhlak mereka.

Sesuai firman Allah:

1. “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul (Nya) mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para Shiddiqiin. orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. [An-Nisaa’ : 69]

2. Dan Al-Qur’an ini adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat. [Al-An’aam : 155]

3. Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. [Al-Israa’ : 9]

4. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu. [An-Nisaa’ : 105]

5. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepada ummat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. [An-Nahl : 44]

Ketahuilah bahwa ketaatan dan ibadah adalah mengikuti syariat dalam berbagai perintah dan larangan dengan ucapan dan tindakan. Yakni, bahwa segala yang dikatakan dan dikerjakan, maupun yang tidak mengatakan dan mengerjakannya, haruslah mengikuti syariat.”

“Perkataan dan perbuatanmu mestinya sesuai syariat. Karena tanpa mengikuti syariat, ilmu dan amal adalah kesesatan.”

1. Dari Zuhri ia berkata: “berpegang teguh dan komitmen dengan sunnah adalah jalan keselamatan”. (Syarh As-Sunnah Lil Lalakai: 2/56).

2. Dari ‘Aun Bin Abdillah ia berkata: “Barangsiapa yang meninggal diatas keislaman dan sunnah, maka ia akan mendapat kabar gembira dengan semua kebaikan”. (Syarh As-Sunnah Lil Lalakai: 2/64).

3. Dari Ibnu Yahya ia berkata: “Tidak ada jalan atau cara yang lebih ringkas untuk menuju ke surga dari pada meniti As-sunnah”. (Syarh As-Sunnah Lil Lalakai: 2/88).

Ketahuilah bahwa penempuh jalan Allah itu sedikit, sedang orang yang mengaku begitu banyak.

Kuberi tahu kepadamu tandanya, yaitu seluruh perbuatan-ikhtiarinya ditimbang dengan timbangan syariat dan digantungkankan atas segala ketentuannya, baik kehendak, ketetapan hati, keberanian, dan penjagaan dirinya.” ***/SS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dari Air Tiris Hingga Mesir, Inilah Perjalanan Hidup Sofyan Siroj

Desa Sentul, Air Tiris, Kabupaten Kampar, Riau.Dia anak kedua dari enam bersaudara. Ayahnya bernama Abdul ...