• Call: +60 8 123 000
  • E-mail: info@gmail.com
  • Login
  • Home
  • Profil
  • ARTIKEL
  • BERITA
  • QUOTES
  • Agenda
  • Galeri
  • Kontak
No Result
View All Result
Sofyan Siroj
No Result
View All Result
Home ARTIKEL

Syahadat Pintu Gerbang Kebahagiaan dalam Islam

admin by admin
Februari 13, 2016
in ARTIKEL
0
Syahadat Pintu Gerbang Kebahagiaan dalam Islam
Share on FacebookShare on Twitter

Semua muslim mengucapkan syahadat sebagai gerbang untuk masuk ke dalam agama Islam. Setiap muslim wajib menguak dan mendalami makna yang dikandung oleh syahadat dan menjadikannya sebagai titik perubahan.

            Sejak dulu hingga hari ini jika manusia diajak untuk berpindah kepada Islam mereka akan senantiasa bertanya, Apa yang saya dapatkan dalam Islam? Apakah saya akan memperoleh kebahagiaan ? Selalu saja pertanyaan seperti itu muncul. Kesalahan yang sering dilakukan umat Islam adalah mereka berhenti pada mengucapkan syahadat. Syahadat hanya pelengkap identitas untuk bisa disebut sebagai seorang muslim. Banyak yang tidak tahu tentang Islam sama sekali bahkan yang paling dasar sekalipun. Bahkan, untuk melafalkan kembali syahadat (yang dulu pernah diucapkan) sudah cukup membuat kerepotan. Mustahil Mereka menemukan kebahagiaan dalam Islam. Serta mustahil umat Islam menjadi pemimpin peradaban (trendsetter) yang menjadi rujukan semesta. Selaras dengan yang diproklamirkan Islam rahmatan lil’alamin.

Mempelajari Islam sesungguhnya adalah mempelajari kebahagiaan. Kebahagiaan dunia yang ditandai dengan khusyuknya kita beribadah kepada Allah SWT. Dalam al-Qur’an, syarat khusyuk ada dua hal ; tidak ada rasa lapar, dan tidak ada pula rasa takut. Kondisi inilah yang disebut dengan sejahtera, aman dan tenteram. Dalam keadaan begini seorang manusia bisa beribadah dengan sangat baik. Keyakinan akan pertolongan dan keputusan yang ditetapkan Allah SWT akan membuat hati seorang muslim menjadi tenang.

Syahadat adalah pintu gerbang untuk berislam. Sehingga tidak bisa dikatakan berperilaku islami jika syahadat belum diikrarkan, sebaik apapun perilaku tersebut. Abu Thalib adalah contohnya, paman nabi Muhammad SAW, ia melakukan segala macam cara melindungi  Rasulullah  dan dakwahnya. Namun sampai akhir hayat ia tidak mengucapkan syahadat. Sehingga segala amal yang dilakukan Abu Thalib menjadi sia-sia.

“ Dan kami perlihatkan kepada mereka segala amal yang mereka kerjakan. Lalu kami menjadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan” (QS. Al-Furqan :23)

Begitulah amal-amal orang kafir, diakui oleh Allah SWT. Disebabkan mereka tidak berislam maka amal kebaikan mereka menjadi tiada berguna.

Ikrar syahadat merupakan  titik balik dan awal perubahan kepada yang lebih baik. Pemahaman dan pendalaman makna syahadat mutlak dilakukan. Banyaknya kemaksiatan dan kejahatan dilakukan oleh orang yang mengaku beragama Islam,  merupakan   pertanda bahwa mereka tidak memahami secara benar makna syahadat yang diucapkan.

Previous Post

Ini Fatwa MUI Tentang Homoseksualitas yang Mesti Diketahui

Next Post

Seluruh Dunia Antre Pelajari Teknologi Antikanker Warsito

admin

admin

Archive

Most commented

Orientasi Kehidupan

Mengetuk Rasa Kemelayuan di DPRD Riau Kita

Peran Penting Partai Politik

Kepemimpinan Itu Bukan Jalan Hidup Lelaki Biasa

Perantau di Wamena Trauma Ulah Perusuh

Dari Air Tiris Hingga Mesir, Inilah Perjalanan Hidup Sofyan Siroj

Sofyan Siroj

© 2018 sofyansiroj.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
  • ARTIKEL
  • BERITA
  • QUOTES
  • Agenda
  • Galeri
  • Kontak

© 2018 sofyansiroj.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In