• Call: +60 8 123 000
  • E-mail: info@gmail.com
  • Login
  • Home
  • Profil
  • ARTIKEL
  • BERITA
  • QUOTES
  • Agenda
  • Galeri
  • Kontak
No Result
View All Result
Sofyan Siroj
No Result
View All Result
Home BERITA

Perantau di Wamena Trauma Ulah Perusuh

sofyansiroj by sofyansiroj
Oktober 4, 2019
in BERITA
0
Perantau di Wamena Trauma Ulah Perusuh
Share on FacebookShare on Twitter

SOFYANSIROJ.COM-Perusuh sempat masuk ke halaman sekolah dan melempari kaca-kaca ruang kelas saat kerusuhan terjadi di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada 23 September 2019. Seorang anak perantau asal Sumatra Barat yang duduk di kelas dua sekolah menengah pertama (SMP) di Wamena menuturkan bahwa ketika itu perusuh berusaha masuk ke ruang kelas.

“Saat itu, hari Senin sekitar pukul 08.00 WIT, setelah upacara saya mau ujian Agama, tiba-tiba kerusuhan itu terjadi,” kata anak perantau itu, yang pada Jumat (4/10/2019) sudah kembali ke Padang.

“Untuk mengamankan diri, saya bersama teman-teman lain bertahan dalam kelas, kemudian menyusun meja serta bangku-bangku untuk menghalang pintu,” ia menambahkan.

Dia bersama dengan 40 teman sekelasnya berusaha menahan pintu supaya perusuh tidak masuk ke ruang kelas. Untungnya, perusuh kemudian meninggalkan sekolah.

“Kami bertahan di dalam kelas sekitar setengah jam, hingga kemudian ada kerabat yang datang menjemput,” katanya.

Jafri (60), orang tua anak laki-laki itu, mengaku panik saat kerusuhan meletus karena anaknya masih berada di sekolah dan saat menelepon ke sekolah tidak ada yang menjawab.

“Ibunya sudah menangis, hingga salah satu kerabat menelpon dan mengatakan anaknya sudah dijemput dari sekolah, dan sudah aman bersamanya,” kata Jafri.

Anak laki-laki Jafri bertemu kembali dengan orang tuanya ditempat pengungsian . Dia bersama dengan 40 teman sekelasnya berusaha menahan pintu supaya perusuh tidak masuk ke ruang kelas. Untungnya, perusuh kemudian meninggalkan sekolah.

“Kami bertahan di dalam kelas sekitar setengah jam, hingga kemudian ada kerabat yang datang menjemput,” katanya.

Jafri (60), orang tua anak laki-laki itu, mengaku panik saat kerusuhan meletus karena anaknya masih berada di sekolah dan saat menelepon ke sekolah tidak ada yang menjawab.

“Ibunya sudah menangis, hingga salah satu kerabat menelpon dan mengatakan anaknya sudah dijemput dari sekolah, dan sudah aman bersamanya,” kata Jafri.

Anak laki-laki Jafri bertemu kembali dengan orang tuanya ditempat pengungsian di markas Kodim 1702 Jayawijayadi Wamena. Pada Kamis (3/10) keluarga itu tiba di tanah Minangkabau.

Keluarga Jafri merupakan perantau asal Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Mereka merantau ke Wamena sejak tahun 2000. Anak lelaki Jafri mengatakan bahwa dia terakhir pulang ke kampung orang tuanya saat kelas dua sekolah dasar. Kerusuhan di Wamena membuat dia memilih melanjutkan sekolah di kampung halaman.

“Karena kejadian ini, saya lebih memilih sekolah di kampung saja,” katanya.

Demonstrasi berujung kerusuhan di Wamena pada 23 September menyebabkan lebih dari 30 orang meninggal dunia dan mengakibatkan banyak bangunan rumah, toko, kantor, dan fasilitas umum rusak.(roy)

 

Previous Post

Dari Air Tiris Hingga Mesir, Inilah Perjalanan Hidup Sofyan Siroj

Next Post

Kepemimpinan Itu Bukan Jalan Hidup Lelaki Biasa

sofyansiroj

sofyansiroj

Archive

Most commented

Orientasi Kehidupan

Mengetuk Rasa Kemelayuan di DPRD Riau Kita

Peran Penting Partai Politik

Kepemimpinan Itu Bukan Jalan Hidup Lelaki Biasa

Perantau di Wamena Trauma Ulah Perusuh

Dari Air Tiris Hingga Mesir, Inilah Perjalanan Hidup Sofyan Siroj

Sofyan Siroj

© 2018 sofyansiroj.com.

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
  • ARTIKEL
  • BERITA
  • QUOTES
  • Agenda
  • Galeri
  • Kontak

© 2018 sofyansiroj.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In