Rajin Shalat Tetapi Masih Kerjakan Maksiat, Kenapa?

FIRMAN Allah Ta’ala yang artinya: ” ..dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. (QS. Al Ankabut: 45)

Dari ayat ini kita bisa mengambil sebuah pelajaran, bahwa shalat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Tetapi tentunya juga perlu diingat shalat yang mencegah perbuatan keji dan mungkar adalah shalat yang disempurnakan di dalamnya rukun-rukun, kewajiban-kewajiban serta kekhusyu’annya.

Karena shalat sesungguhnya bukas sekedar gerakan-gerakan tubuh saja yang tidak akan meninggalkan pengaruh dan bekas positif dalam kehidupan sehari-hari, tetapi shalat adalah doa agar senantiasa selalu taat kepada Allah Ta’ala.

Khusyuklah mengerjakan salat, seakan-akan kita akan meninggal besok. Namun jika setelah shalat kita tidak takut mati, berarti shalat kita ada yang salah. Krena ketika seorang hamba mendirikan shalat dengan menyempurnakan akan rukun-rukun, syarat-syarat dan kekhusyu’annya, maka hatinya akan bersih, perasaannya akan jernih, imannya akan bertambah.

Kemudian bertambah kuat keinginannya untuk melaksanakan kebaikan dan berkurang atau hilang keinginannya untuk mengerjakan keburukan. Maka dengan selalu mengerjakan dan menjaga shalat dalam keadaan yang seperti ini, maka shalatnya akan mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Maka seseorang yang shalat, lalu dia juga melakukan keji dan mungkar, maka dia telah mencampurkan amal shalih dengan keburukan. Jika dosanya lebih banyak daripada pahalanya maka dia akan binasa pada hari kiamat kecuali jika dia mendapatkan rahmat Allah Ta’ala.

Yang harus dilakukan kepada orang seperti ini adalah menasehatinya dengan lembut dan perkataan yang baik, dengan menjelaskan bahwa seorang hamba Allah Ta’ala semestinya harus benar-benar total dalam menghambakan dirinya kepada Allah Ta’ala, tidak setengah-setengah sesuai dengan kehendak hawa nafsunya.

Sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang melaksanakan shalat, lantas shalat tersebut tidak mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, maka ia hanya akan semakin menjauh dari Allah.”

Dalam shalat ada tiga hal di mana jika tiga hal ini tidak ada maka tidak disebut shalat. Tiga hal tersebut adalah ikhlas, rasa takut dan dzikir pada Allah. Ikhlas itulah yang memerintahkan pada yang ma’ruf (kebaikan). Rasa takut itulah yang mencegah dari kemungkaran. Sedangkan dzikir melalui Al Qur’an yang memerintah dan melarang sesuatu.

Artinya, shalat yang baik adalah shalat yang bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Inilah shalat yang mesti dibentuk. Jadi kalau ia rajin shalat, malah masih terus melakukan dosa besar, maka shalatnya lah yang mesti diperbaiki.**/SS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dari Air Tiris Hingga Mesir, Inilah Perjalanan Hidup Sofyan Siroj

Desa Sentul, Air Tiris, Kabupaten Kampar, Riau.Dia anak kedua dari enam bersaudara. Ayahnya bernama Abdul ...