Politik Adalah Sebuah Proses

 

Kehidupan sebagai seorang politisi  memang tidak dapat disamakan dengan kehidupan seorang artis. Hari-hari politisi penuh dengan jadwal-jadwal kegiatan baik malam maupun siang. Agenda dan kegiatan tidak hanya berskala derah tapi juga nasional bahkan internasional.

Tapi tidak semua politisi memahami akan urgensi mengapa harus menjadi seorang politisi. Bahkan tidak sedikit perjalanan sebagai seorang politisi hanya dijadikan sebagai peningkatan status sosial ditengah-tengahmasyarakat. Lebih dari itu status seorang politisi akan memberikan keleluasaanya dalam bergaul dan melakukan manuver-manuver pribadi maupun organisasi atau partai politiknya.

Namun apakah kehidupan seorang politisi semuanya mempunyai orientasi yang sama ? tentu jawabanya tidak. Kalaupun ada yang sama yang dominan adalah pada tingkat subtansi landasan bergerak, yaitu mengatasnamakan agenda rakyat dan bangsa atau instisusi dan partai politik.

Mengharapkan percepatan tanpa ada kucuran keringat dan air mata adalah pertanda kita tidak menikmati proses. Tidak akan ada pencapaian instan dalam politik kecuali akhirnya adalah keterpurukan dan kehancuran yang tragis. Intinya semuanya adalah kesabaran “diatas ambang batas”.

Seorang politisi Muslim setiap detik angan-angan dalam waktu luangnya adalah bagaimana menegakkan kalimat Allah. Dalam sebuah Hadist Riwayat Imam Muslim dinyatakan,

“Barangsiapa yang bangun di Pagi Hari dan hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 macam penyakit ke dalam dirinya:

  1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya
  2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya
  3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi
  4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya.

Saya sangat suka sekali dengan pernyataan:

“Jika menurutmu biaya belajar itu Mahal… maka cobalah menjadi bodoh”

Menurut saya ada 3 ilmu yang harus kita punyai untuk menjadi politisi Muslim di era digital danmilenialsaatsekarangini:

Pertama, Ilmu Politik secara Umum

Mencakup leadership, pemetaan politik dan geografi yang meliputi Demografi, sosiologi dan Antropologi.

Kedua, Ilmu tentang Bimbingan Teknis Politik

Mencakup tentang hal-hal yang biasa di hadapi dalam kegiatan politik sehari-hari.  Peta konflik dan manajemen konflik. Qodhoya (Problematika) ummat baik lokal, regional dan Internasional kontemporer.  Ilmu dan manajemen intelijen.

Ketiga, Ilmu tentang pengembangan diri dan melejitkan kapasitas diri.

Talent Mapping, manajemen komunikasi dan negosiasi serta lobby, Leadership, dan lainnya.

Sukses atau gagal dalam pergerakan politik bagi seorang politisi Muslim  (DAI) pada dasarnya adalah sama. Karenakemenanganhakikiadalahketikanilai-nilaidasarsyariah Islam masihdigengamdengankokoh. Suksesataugagalituurusan Allah Swt.

Salam Total Leadership !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Jangan Remehkan Kewajiban Zakat

MEREMEHKAN kewajiban zakat merupakan kemungkaran dan sering terjadi di tengah-tengah umat Islam. Zakat merupakan kewajiban ...