Perbuatan Maksiat Menghalangi Rezeki

ALLAH Ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaaq: 2-3).

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raaf: 96).

Ayat-ayat di atas menunjukkan kaitan yang erat antara rezeki seseorang dengan ketakwaannya kepada Allah SWT. Maksiat akan menghalangi pintu rezeki dan rezeki itu bukanlah hanya harta, bisa jodoh, kesehatan, keluarga yang bahagia, sakinah, istri yang sholehah, anak yang pintar dan sholeh, itu juga merupakan rezeki yang luar biasa dari Allah.

Berdasarkan penelitian, berbuat maksiat atau kejahatan akan mengurangi kreatifitas dan mudah emosi. Sebagaimana Nabi menggambarkan umat muslim yang berbuat maksiat: “Ia bagaikan ditimpa bangunan yang tinggi, ia akan ketakutan dan berlari secepatnya untuk menghindari kemaksiatan itu.” (Hadits Bukhori Muslim).

Begitu pun para koruptor yang hidupnya tidak nyaman akibat perbuatannya. Berapa banyak bandar narkoba yang hidupnya dihantui rasa ketakutan akibat bisnisnya, berapa banyak para pezina yang sudah punya istri atau suami, ketakutan dan sering emosi jika HP- nya dibuka orang lain. Mereka tidak nyaman dengan hidupnya.

Dengan tidak nyaman begitu, apakah mungkin mereka akan mendapatkan rezeki dari Allah, mungkinkah mereka akan bahagia dengan hidupnya. Karena rasa takut, rasa bersalah, telah membuat mereka tidak kreatif dan sikap ini tentu akan menghambat rezrki.

Lalu ada pertanyaan, bagaimana dengan pelaku maksiat yang kaya dan bahagia. Jawabnya tentu tidak dilihat secara kasat mata saja. Bisa saja 10 tahun berikutnya, para maksiat yang tadinya hidup bahagia, kaya melimpah ruah, bisa Allah turunkan derajatnya di dunia. Misalnya istri kabur dengan laki-laki lain, anak terlibat narkoba, perusahaan terlilit hutang, rumah tangga berantakan.

Berapa banyak kita melihat seseorang yang memiliki mobil mewah, harta melimpah, rumah megah, tapi masih mengeluh, tidak bahagia dan dipermalukan. Ditangkap karena korupsi, misalnya.

Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh tidak ada satu pun yang mendekatkan kalian ke surga dan menjauhkan kalian dari neraka kecuali aku telah memerintahkannya kepada kalian, dan tidak ada satu pun yang mendekatkan kalian ke neraka dan menjauhkan kalian dari surga kecuali aku telah melarangnya atas kalian. Dan sungguh ar-ruhul amin (Malaikat Jibril yang terpercaya) telah menyampaikan kepadaku bahwa tidak akan mati satu jiwa sampai ia menyempurnakan rezekinya, maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki, dan sekali-kali janganlah lambatnya rezeki menjadikan kalian mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah, karena sesungguhnya tidak akan diraih apa yang ada di sisi Allah kecuali dengan menaati-Nya.” (HR. Al-Baihaqi).

“Tidak ada yang menambah umur kecuali kebajikan, tidak ada yang menolak takdir kecuali doa, dan sungguh seseorang benar-benar dihalangi untuk mendapat rezeki karena dosa yang ia kerjakan.” [HR. Ibnu Majah).**/zie/int

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*