Masjid Raya Baiturrahman Aceh Termasuk Peninggalan Budaya Islam Termegah

SEPENINGGAL Nabi Muhammad SAW, penyebaran agama Islam mulai menjalar ke seluruh dunia, bahkan pernah mencapai masa jayanya di era Turki Utsmaniyah. Sebelum itu, daerah kekuasaan kerajaan Islam juga mencapai dataran Eropa, tepatnya di dataran Andalusia, Spanyol.

Sejak itu, banyak bangunan peninggalan bersejarah Islam, mulai dari masjid, benteng, jembatan hingga istana. Tak hanya kokoh, mereka juga sangat megah dengan desai arsitektur unik sekaligus lebih maju dibandingkan dengan Eropa saat itu. Termasuk Masjid Raya Baiturrahman Aceh.

Masjid ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612. Kemegahan masjid ini sudah sangat mendunia. Arsitekturnya yang sangat kental khas Aceh membuat masjid ini menjadi icon bagi Aceh.

Masjid megah ini juga menyimpan kisah menakjubkan pada tahun 2004 lalu, yaitu saat Tsunami dahsyat meluluh-lantakkan Aceh. Bangunan-bangunan hancur tak berbentuk, namun masjid Baiturrahman tetap berdiri dengan kokoh, bahkan menjadi tempat perlindungan bagi para warga dari arus tsunami yang begitu dahsyat.

Selain Masjid Raya Baiturrahman Aceh, termasuk peninggalan sejarah Islam adalah masjid Selimiye, Edirne, Turki. Masjid ini mulai dibangun pada 1568 dan selesai sekitar tahun 1574. Bangunan ini sendiri diarsiteki Mimar Sinan. Masjid ini dibangun atas perintah Sultan Selim II sekaligus menjadi peninggalan Ottoman di kota Edirne Turki. Bangunan ini dinilai sebagai karya terbaik, bahkan masuk ke dalam situs warisan dunia oleh UNESCO.

Kemudian Jembatan Si-o-se Pol – Isfahan, Iran, termasuk ke dalam peninggalan sejarah Islam. Jembatan ini memiliki nama lain Allah-Verdi Khan ini termasuk dari sebelas jembatan yang ternama di Iran. Uniknya lagi, arsitektur bangunannya memiliki lengkungan sebanyak 33 buah.

Dibangun sejak 1599, jembatan ini hanya terbuat dari batu dan batu bata sehingga mampu berdiri dengan kokoh dan di atas aliran Sungai Zayandeh. Panjang dari jembatan ini sekitar 297,76 meter dan memiliki lebar seluas 13,75 meter.

Masjid Suleiman, Istanbul, Turki, adalah bangunan selanjutnya. Masjid ini juga dikenal sebagai ‘Blue Mosque’ karena kubahnya berwarna biru jika dilihat dari dekat. Bangunan ini berdiri sejak tahun 1603 di masa pemerintahan Sultan Ahmed I sekaligus dan menjadi bangunan termegah di Turki.

Masjid Suleiman memiliki enam menara dan kubah bertingkat-tingkat. Sekeliling bangunan dihiasi taman. Saking indahnya membuat banyak jemaah lokal maupun asing berharap bisa beribadah di tempat ini. Selain sebagai tempat beribadah, tempat ini juga digunakan sebagai pusat agama dan budaya.

Benteng Agra, India, atau sering disebut Benteng Merah atau Lal Qila. Didirikan oleh Kaisar Akbar dari kerajaan Mugha. Berlokasi di Agra, India, benteng ini hanya berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Taj Mahal. Bangunan yang terlihat megah ini berwarna merah karena terbuat dari batu bata.

Masjid Raya Xi’an – Shaanxi, China. Bangunan ini merupakan masjid pertama di China, berdiri sejak tahun pertama Kaisar Tia Bo dari dinasti Tang memerintah dan menjadikannya masjid tertua di provinsi ini. Umurnya sudah lebih dari 1000 tahun dan masih berfungsi dengan baik.

Masjid yang kini ditetapkan sebagai warisan sejarah dunia ini dibuka setiap harinya mulai pukul 08.00 waktu setempat. Pengunjung yang non-muslim tidak bisa masuk ke dalam masjid, tetapi masih diperbolehkan untuk melihat-lihat dari luar masjid.

Istana Alhambra, Granada, Spanyol, merupakan kompleks istana sekaligus benteng megah di Granada, Spanyol. Istana ini dibangun semasa kekhalifahan Bani Ummayyah untuk dijadikan sebagai tempat tinggal para khalifah serta para pembesarnya.

Istana yang menjadi bukti sejarah kejayaan Islam di Spanyol ini dihiasi dengan ubin-ubin dan bata-bata berwarna merah. Alhambra didirikan oleh kerajaan Bani Ahmar atau bangsa Moor dari daerah Afrika Utara, sang penguasa kerajaan Islam terakhir yang berkuasa di Andalusia, Spanyol.

Taj Mahal , India, merupakan monumen yang dibangun atas keinginan Kaisar Mughal Shah Jahan sebagai sebuah musoleum untuk mengenang istri ketiganya, Mumtaz Mahal. Masa pembangunannya berlangsung selama kurang lebih 23 tahun, mulai dari tahun 1630 sampai 1653. Mumtaz meninggal saat melahirkan anak ke-14 mereka. Sepeninggal Mumtaz, sang kaisar berjanji akan membangun makam megah di atas kuburannya.

Kemudian Masjid Sultan Ahmed, Turki, masjid di Istanbul, kota terbesar di Turki sekaligus ibu kota Kesultanan Utsmaniyah (1453-1923). Masjid ini dibangun antara tahun 1609 dan 1616 atas perintah Sultan Ahmed I, yang kemudian menjadi nama masjid tersebut. Sang pemimpin ini sendiri dimakamkan di halaman masjid. Masjid ini terletak di kawasan tertua Istanbul, di mana sebelum 1453 merupakan pusat Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Bizantium.***/int

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

DPW PKS Riau Buka Posko Pengungsian Lansia, Balita dan Ibu Hamil Korban Asap

DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Riau membuka posko pengungsian untuk korban asap di Pekanbaru. ...