Kesombongan Raja Kisra Runtuh di Tangan Anaknya Sendiri

RAJA Kisra II, salah satu penguasa Persia yang memerintah Dinasti Sassania periode 590-628 Masehi merupakan seorang penguasa yang mengingkari Tuhan. Bahkan Raja Kisra juga memproklamasikan dirinya sebagai sosok yang harus disembah rakyatnya. Ia terkenal diktator dan otoriter.

Kisah keangkuhan dan kediktatoran Raja Kisra akhirnya sampai kepada Nabi Muhammad SAW. Rasul pun berencana mendakwahkan Islam kepada raja ini, menggunakan jalur diplomasi kenegaraan. Karena itu diutuslah Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi untuk menghadap Kisra II dengan membawa sepucuk surat. Isi dari surat itu secara umum mengajak sang raja agar memeluk Islam.

“Dari Muhammad Rasulullah kepada Kisra yang agung Raja Persia, keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk…..

Baru saja membaca potongan kalimat tersebut, bergejolaklah api kemarahan menyesakkan dada Raja Kisra, karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memulai suratnya dengan namanya sendiri. Kisra langsung merebut surat itu dan merobeknya tanpa ingin mengetahui lanjutan isi surat tersebut. Ia berkata dengan nada marah, “Apakah ia menulis ini untukku, padahal ia adalah hambaku?”

Kemudian ia mengusir Abdullah ibnu Huzhafah dari istana. Abdullah pun langsung keluar. Abdullah ibnu Huzhafah keluar dari istana Kisra dan ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya. Dibunuh atau dibiarkan bebas? Akan tetapi, ia tetap yakin dan berkata, “Demi Allah, aku tak peduli apa yang akan terjadi setelah aku menyampaikan surat Rasul.”

Sebagai balasan, Raja Kisra menulis surat kepada Badzan, wakilnya di kawasan Yaman, menyuruh Badzan mengutus delegasi menghadap kepada Rasul. Diutuslah seorang algojo yang pandai menulis bahasa Persia bersama satu utusan lainnya yang bernama Farkharah. Keduanya membawa surat yang berisikan perintah agar Rasul segera menemui Kisra II.

Dua utusan berangkat menuju Tanah Hijaz. Kedua delegasi berhasil menemui Rasul, tetapi mereka gagal melaksanakan misinya, yaitu membawa serta Rasul kepada Raja Kisra II. Salah satu dari kedua orang itu berkata kepada Rasul, “Jayalah raja dari para raja, Kisra II, ia menulis kepada Raja Badzan memerintahkan agar membawa Anda bersamaku menghadap Kisra II. Jika Anda melakukannya, Kisra II akan memenuhi segala permintaan Anda. Jika Anda menolak, seperti yang Anda ketahui, Kisra akan membinasakan kaum Anda dan meluluhlantakkan negara Anda.”

Rasul pun meminta keduanya beranjak dan datang lagi esok hari. Ketika itu datanglah wahyu kepada Rasul bahwa Allah telah menundukkan Kerajaan Kisra II di atas tangan anaknya, Shayrawaih. Sang anak membunuh ayahnya. Persia pun telah dikuasai Shayrawaih.

Esok harinya, Rasul memberi tahu kepada utusan tersebut tentang kabar tumbangnya Raja Kisra II. Kedua delegasi tersebut menyangkal dan mengutarakan konsekuensi dari pernyataan Rasul, bahkan mengancam akan melaporkan pernyataan itu kepada Badzan.

“Silakan, sampaikan berita itu kepadanya dan katakan bahwa agama dan kekuasaanku akan menorehkan kejayaan yang ditorehkan Kisra II. Katakan pula, jika Anda berislam, aku tidak akan mengganggu kekuasaannya dan ia tetap berhak memerintah kaumnya.”

Keduanya pun kembali ke Raja Badzan di Yaman dan menyampaikan segala berita selama bertemu Rasul. Tak disangka, justru Badzan bersikap berbeda dan antusias. “Demi Allah, ini bukan kata seorang raja dan saya yakini dia seorang nabi seperti rumor selama ini, jika pun meleset, kita lihat nanti.” Ia berkesimpulan bahwa Muhammad SAW adalah seorang nabi dan rasul, kemudian ia masuk Islam beserta segenap rakyatnya di Yaman.

Benar. Tak lama kemudian, datanglah surat dari putra Kisra II, Shayrawaih. “Saya membunuh Kisra atas nama rakyat Persia. Ayahku menghalalkan segala cara dengan membunuh tokoh-tokoh Persia. Jika suratku ini sampai padamu, tetaplah taat sebagaimana ketaatanmu pada raja-raja sebelumku.***/int

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

DPW PKS Riau Buka Posko Pengungsian Lansia, Balita dan Ibu Hamil Korban Asap

DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Riau membuka posko pengungsian untuk korban asap di Pekanbaru. ...