Dian Sastro: Saya Memilih Islam Karena Ingin Berserah Diri pada Allah

JAKARTA – “Yang membuat aku memilih Islam, karena aku ingin berserah diri dan pasrah kepada Allah,” kata Dian Sastro saat menceritakan pengembaraan dirinya hingga menjadi mualaf.

Dian Sastrowardoyo, aktris cantik yang juga model di Indonesia ini ternyata memeluk agama Islam bukan karena ingin menikah, karena Dian sudah mualaf empat tahun sebelum menikah dengan suaminya, Maulana Indraguna Sutowo.

Menurut Dian, Islam adalah pilihan hatinya. Ternyata keputusan Dian Sastro untuk menjadi seornag mualaf juga didukung penuh oleh ibundanya yang non muslim.

Melihat silsilah keluarga Dian, pantas Dian begitu ingin dekat dengan Islam dan menjadi seorang muslimah. Kakeknya, Prof Sunario Sastrowardoyo adalah tokoh muslim yang menikah dengan wanita non-muslim asal Minahasa, Sulawesi Utara.

Sunario merupakan mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah di Jakarta, dan mantan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga di Yogyakarta. Walau kakeknya muslim, tetapi kedua orangtua kandung Dian non-muslim.

Putri pasangan Ariawan Rusdianto Sastrowardoyo dan Dewi Parwati Setyorini ini mengucapkan dua kalimat syahadat pada tahun 2006, saat peringatan Isra Mi’raj. Dian menikah dengan Indraguna pada 10 Mei 2010.

Karir

Dian Sastro memulai kariernya di dunia hiburan pada tahun 1996, sebagai juara pertama di ajang GADIS Sampul majalah GADIS. Dian disebut sebagai ikon kebangkitan film nasional.

Film pertamanya Bintang Jatuh (2000), karya Rudi Sujarwo, diedarkan indie di kampus-kampus dan tidak ditayangkan di bioskop. Pada film tersebut, Dian Sastro beradu akting dengan Marcella Zalianty, Garry Iskak, dan Indra Birowo.

Film selanjutnya pada tahun 2001, Pasir Berbisik menyandingkannya untuk beradu akting dengan Christine Hakim, Slamet Rahardjo, dan Didi Petet. Lewat film ini, Dian Sastro dianugerahi pemeran wanita terbaik pada Festival Film Internasional Singapura (2002) dan Festival Film Asia di Deauville, Perancis (2002).

Melanjutkan kariernya di dunia film Indonesia, ia berperan di film pendek yang berjudul Drupadi, di mana ia juga bertindak sebagai produser pada film ini.

Pembawa obor pada ajang Olimpiade 2008 ini kembali disandingkan bersama Nicholas Saputra pada film yang berjudul 3 Doa 3 Cinta yang merupakan film dengan nuansa religius yang dibesut oleh sutradara Nurman Hakim.

Pada ajang International Festival of Asian Cinema Vesoul, 3 Doa 3 Cinta berhasil membawa pulang penghargaan Grand Prize of the International Jury.

Dian Sastro juga berkesempatan melangkahkan kakinya di Cannes Film Festival 2012 di Perancis mewakili Asia Tenggara sebagai brand ambassador L’Oreal Paris yang merupakan official make-up gelaran bergengsi tersebut.

Tahun 2014, Dian Sastro dan dua temannya mulai merintis usaha bisnis bersama yaitu 3 Skinny Minnies dalam usaha katering diet. Tahun 2016, nama Dian Sastro kembali tayang di layar lebar dalam sekuel kedua film legendarisnya, Ada Apa Dengan Cinta? 2.

Tahun 2017 akhirnya Dian dan anggota 3 Skinny Minnies membuat usaha bisnis baru lagi, yaitu sebuah restoran di Senayan City, Jakarta yang bernama The MAM.**/zie/int

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

DPW PKS Riau Buka Posko Pengungsian Lansia, Balita dan Ibu Hamil Korban Asap

DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Riau membuka posko pengungsian untuk korban asap di Pekanbaru. ...