Berkunjung ke Lembah yang Pernah Disinggahi Rasulullah

MADINAH – Menelusuri jejak sejarah Rasulullah SAW, termasuk tempat-tempat dimana beliau pernah singgah, tentu merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi umat Islam. Banyak tempat bersejarah tersebut, salah satunya lembah.

Di Madinah, meski bukan menjadi tujuan saat menjalankan ibadah haji, ternyata ada lembah yang pernah disinggahi Rasul saat beliau berjuang menegakan panji Islam. Lembah-lembah ini tersebar di beberapa sisi kota. Bahkan sebagian di antaranya sampai saat ini masih dipenuhi air ketika terjadi hujan lebat.

Lembah-lembah tersebut pernah disinggahi oleh Rasulullah SAW, baik untuk shalat atau menghilangkan lelah. Lembah itu dilengkapi dengan sumber mata air yang menghijaukan kawasan sekelilingnya.Apa saja lembah-lembah yang pernah disinggahi oleh Rasulullah SAW selama berada di Madinah gtersebut?

Lembah Aqiq

Lembah ini terletak di sisi barat Kota Madinah. Dalam riwayat Bukhari, Rasulullah pernah melakukan shalat di sana ketika waktu malam tiba.

Peninggalan sejarah juga membuktikan, lembah ini pernah dijadikan sebagai pusat peradaban dua dinasti Islam, yakni Abbasiyah dan Ummayah. Sejumlah khalifah mendirikan istana dan puing-puingnya masih bisa ditemukan hingga sekarang. Kawasan ini juga terkenal subur.

Di tempat yang dinamakan Mujamma’ Asyal, di daerah Zaghabah, lembah Aqiq bertemu dengan lembah Qanat, yang datang dari arah timur Madinah.
Lembah Qanat

Lembah Qanat merupakan salah satu lembah yang besar di Madinah. Air mengalir dari selatan Gunung Uhud menuju barat. Lembah ini juga dinamakan Syandha.

Qanat pernah menjadi lokasi persiapan tentara Rasul sebelum berperang di Uhud. Hamzah bin Abd al-Muthalib, paman Rasul, dimakamkan di sini.

Banyak bendungan dibangun di atas lembah ini, bentuk bangunannya merujuk pada masa Bani Utsman.

Lembah Buthhan

Lembah yang bermula dari timur Quba menelusuri perkampungan Madinah dekat Mushalla hingga di barat Gunung Sala’ dekat Masjid al-Fath dan bersimpangan dengan Lembah Aqiq ini, merupakan lembah yang utama di Madinah.

Lembah ini juga merupakan yang terbesar di Madinah. Terdiri atas beberapa saluran air, yakni, saluran lembah Ranuna’ yang terletak di bagian selatan Madinah, saluran lembah Mudzainib serta lembah Mahzur yang datang dari atah timur Madinah.

Bahkan, merujuk riwayat Aisyah, lembah ini istimewa seolah berada di atas sungai-sungai surga. Riwayat Bukhari menyebutkan, Rasul pernah berwudhu di Buthhan dan melaksanakan shalat Ashar ketika Perang Khandaq. Lembah ini juga menduduki peran penting sepanjang sejarah peradaban pra-Islam.**/zie/int

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

DPW PKS Riau Buka Posko Pengungsian Lansia, Balita dan Ibu Hamil Korban Asap

DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Riau membuka posko pengungsian untuk korban asap di Pekanbaru. ...