Allah Membenci Manusia Sombong

TIDAK ada manusia hebat kecuali atas izin dan anugerah Allah SWT. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari, sering kali dijumpai orang-orang yang merasa hebat, merasa paling benar, merasa paling baik dan merasa paling suci, baik di dunia nyata maupun dalam status di dunia maya.

Kehebatan ini sering muncul saat seseorang dihadapkan pada kondisi perdebatan, baik dalam perbedaan pandangan politik, keterusikan akan keyakinan hingga rasa tidak senang saat mendapatkan teguran atau nasihat.

Allah membenci manusia sombong, karena perilaku merasa paling benar membawa dampak buruk bagi diri yang bersangkutan dan lingkungan sekitarnya.

Setidaknya, orang yang merasa paling benar tergolong ujub dan takabur yang menjadikannya kurang dipercaya dan dihargai oleh orang lain. Sikap dan perilaku itulah yang pada akhirnya dapat memicu terjadinya konflik di antara sesama umat manusia.

Islam mengajarkan kepada umatnya agar terhindar dari perilaku merasa paling benar dan diperintahkan untuk selalu melakukan koreksi diri (muhasabah) serta meluruskan niat untuk kebaikan daripada mencari kesalahan pribadi orang lain yang belum tentu lebih buruk di hadapan Allah SWT.

Sebagaimana Allah ta’ala berfirman; “Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa” (QS. An Najm:32)

Karena itu, dalam menentukan suatu kebenaran atas perbedaan, seharusnya selalu bersumber pada wahyu Allah dan rasionalitas akal sehat. Sebagaimana dikatakan dalam Alquran:

“Bahwa kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekalikali kamu termasuk orang-orang yang ragu (QS al-Baqarah: 147).

Semoga ilmu yang kita miliki membuat kita jauh dari sifat sombong, dan bukannya kita berpenyakit sombong karena ilmu yang dimiliki. Bahwasannya Allah SWT tidak menyukai kepada siapa saja hambanya yang bersifat sombong juga merasa dirinya lebih baik dari orang lain, Naudzubillah. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*