QUOTES

Bekerja & Tetaplah Tersenyum

kerja itu ibadah

“Mari masuki rumah dengan senyum di wajah diawali dengan Bismillah, tinggalkan ketegangan dan keletihan kerja, untuk menghindari kekecewaan istri & anak yang menanti dirumah dengan cinta dari pagi, yang menyiapkan makanan, dan kenyamanan”

Sahabatku, sebentar lagi matahari tenggelam dan sebagian dari kita sudah mulai pulang kerja atau sedang mempersiapkan tuk pulang kerja. Mari tinggalkan hal – hal yang tak berkenan untuk orang-orang tercinta dirumah, baik istri maupun anak-anak. Meski lelah, letih dan penuh ketegangan dalam bekerja, tetaplah untuk berusaha tersenyum setiba dirumah. Karena bekerja adalah Ibadah.

Selamat beristirahat dan berkumpul bersama keluarga.

Antara Usaha dan Tauhid Kita

ekonomi islam

Saudaraku, Kebanyakan orang saat ini mudah risau soal rezeki bila ia memandang rezekinya bergantung pada usahanya atau usaha orang lain. Ini memang soal cara memandang, bukan soal cara hidup. Ketahuilah, anjuran untuk yakin bahwa Allah sudah menjamin rezeki bukan berarti anjuran untuk tidak berusaha, Namun seseorang akan lebih murni tauhidnya, dan lebih tenang serta optimis hidupnya, apabila ia memandang rezekinya bergantung sepenuhnya pada Allah.

Saudaraku, mari kita temani setiap usaha, pekerjaan atau bisnis kita dengan cara pandang ini. Kalau tidak, kita akan mudah cemas, pesimis, dan putus asa dalam hal apapun. Wallahu a’lam.

Delapan Hal Hiasan untuk Delapan Hal Lainnya

Alhamdulillah

Saudaraku, Ada delapan hal yang merupakan hiasan bagi delapan hal yang lain, yakni yang Pertama, ‘iffah perhiasan kefakiran. Kedua syukur perhiasan ni’mat. Ketiga, sabar perhiasan ujian. Keempat, santun perhiasan ilmu. Kelima, rendah hati perhiasan pelajar. Keenam, banyak menangis perhiasan takut (kepada Allah). Ketujuh, meninggalkan keni’matan duniawi perhiasan ihsan, dan Kedelapan, khusyu’ perhiasan shalat. (Abu Bakar al-Shiddiq Ra)

Nikmat, Kelalaian dan Syukur

“Janganlah sampai nikmat yang berlimpah membuatmu lalai dalam menunaikan kewajiban bersyukur, karena hal itu dapat merendahkan harga dirimu.” (Ibnu Atha’illah al Iskandari)

Ya, begitulah! Kebanyakan manusia tidak mengerti nilai kenikmatan kecuali setelah berlalu. Betapa banyak orang tidak mengetahui nilai nikmat yang Allah SWT berikan tatkala mendatangi seseorang, hingga ia sadar tatkala sudah lepas (nikmat) itu darinya. Jangan Sampai saudaraku. Perbanyaklah bersyukur, karena karunia dan nikmat yang diberikanNya tak terhingga.

Kemesraan BersamaNya

“Ketika engkau merasa bosan dengan makhluk Allah SWT, maka ketahuilah bahwa Dia ingin membukakan pintu kemesraan bersama-Nya” (AlHikam)

Ketahuilah, sesungguhnya menghabiska waktu bersama-Nya tentu jauh lebih baik dibandingkan harus menghabiskan waktu dengan bersenda gurau, canda tawa atau hal-hal yang tidak bernilai ibadah.

Ketaatan Anda

“Ketaatan Anda tidak akan memberikan manfaat kepada Allah SWT. Dan, maksiat Anda tidak akan membahayakan-Nya. Dia memerintahkan Anda melakukan ini dan melarang Anda mengerjakan itu karena manfaatnya akan kembali kepada Anda sendiri” (Al-Hikam).  Ingatlah! Jikalau Anda taat maka Anda juga yang akan merasakan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Begitu juga halnya jikalau Anda bermaksiat kepadaNya.

Copyright © Sofyan Siroj